Tokoh Ini Mendorong Kampus Indonesia untuk Pelajari Teknologi Pertahanan dari Iran

Dalam era globalisasi ini, kolaborasi antar negara sangat penting untuk memajukan teknologi dan ilmu pengetahuan. Salah satu tokoh penting yang mendorong kerja sama ini adalah Prof. Din Syamsuddin. Dalam sebuah pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, HE Mohammad Boroujerdi, pada tanggal 3 April 2026, ia mengusulkan agar institusi pendidikan di Indonesia menjalin kerja sama dengan Iran dalam bidang teknologi pertahanan, termasuk pengembangan teknologi persenjataan. Ide ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya teknologi pertahanan iran dalam konteks geopolitik dan kebutuhan nasional.
Pentingnya Kerjasama Bilateral
Prof. Din Syamsuddin berpendapat bahwa hubungan antara Indonesia dan Iran harus diperluas tidak hanya di bidang pendidikan dan ekonomi, tetapi juga dalam pengembangan teknologi strategis. Dalam konteks ini, teknologi pertahanan iran menjadi fokus utama yang perlu dipelajari oleh perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, dinamika global saat ini menuntut adanya kolaborasi yang lebih erat dalam bidang teknologi, khususnya untuk meningkatkan ketahanan dan keamanan negara.
Fondasi Kerja Sama yang Sudah Ada
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 ini menekankan bahwa fondasi kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan Iran sudah mulai terbentuk. Pada tahun lalu, sekitar 30 rektor dari Iran telah bertemu dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Indonesia untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas. Pertemuan ini menunjukkan adanya minat dan komitmen dari kedua belah pihak untuk saling belajar dan berkembang.
Potensi yang Belum Dimanfaatkan
Meski demikian, Din Syamsuddin menilai bahwa potensi kerja sama yang ada masih belum dimanfaatkan dengan optimal. Ia mengusulkan agar kedua negara menambah bidang kerja sama yang lebih spesifik dan strategis. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa kolaborasi yang dibangun dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kedua belah pihak.
Belajar dari Sejarah Peradaban Islam
Dalam pertemuan tersebut, Din juga mengingatkan bahwa Iran memiliki kontribusi yang sangat besar dalam sejarah peradaban manusia, khususnya dalam masa keemasan peradaban Islam yang berlangsung antara tahun 650 hingga 1250 M. Ia menekankan bahwa para ilmuwan dan cendekiawan Muslim Persia memainkan peranan penting dalam mengembangkan sains dan filsafat Islam pada periode tersebut. Pengetahuan yang berkembang pada masa itu masih relevan hingga kini dan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Peran Ilmuwan Muslim Persia
Menurut Din, sekitar 70 persen dari filsuf dan ilmuwan Muslim yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan adalah berasal dari Persia. Hal ini menunjukkan bahwa Iran bukan hanya sekadar negara dengan sejarah panjang, tetapi juga sebagai pusat ilmu pengetahuan yang berpengaruh dalam perkembangan peradaban Islam.
Referensi Tokoh Ulama Besar
Din Syamsuddin juga menyebut beberapa tokoh ulama besar yang memiliki keterkaitan dengan wilayah Persia, seperti Imam al-Ghazali, yang lahir di Tus, Iran. Ia juga merujuk kepada Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang keduanya berasal dari wilayah Persia. Melalui referensi ini, Din ingin menunjukkan bahwa kolaborasi antara Indonesia dan Iran dalam bidang pendidikan dan teknologi bukanlah hal yang baru, melainkan bagian dari warisan sejarah yang harus dilanjutkan.
Seruan untuk Persatuan
Dalam konteks geopolitik saat ini, Din mengutuk keras tindakan Amerika Serikat dan Israel yang menyerang Iran sejak akhir Februari lalu. Ia menyatakan bahwa seluruh umat Islam seharusnya mendukung Iran dalam menghadapi ketidakadilan yang dilakukan oleh negara-negara tersebut. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk bersatu dan memperkuat rasa persaudaraan di antara umat Islam.
Pentingnya Ukhuwah Islamiyah
Din menekankan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memperdebatkan perbedaan paham dalam Islam, baik itu antara Sunni dan Syiah, atau antara Arab dan Persia. Yang lebih penting adalah memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan menjaga solidaritas di antara umat. Seruan untuk persatuan ini juga didukung oleh tokoh-tokoh Muslim dari berbagai belahan dunia, termasuk Grand Syekh al-Azhar.
Melawan Propaganda Negatif
Ia mengingatkan umat Islam, terutama di Indonesia, agar tidak terjebak dalam upaya adu domba yang kerap dimainkan oleh pihak-pihak tertentu. Din menyoroti bahwa propaganda dan narasi negatif terhadap Iran yang disebarkan oleh buzzer anti-Iran bisa memecah belah umat. Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.
Panggilan untuk Menjaga Persatuan
Din juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia dan masyarakat untuk menjaga persatuan umat Islam dan tidak terpengaruh oleh narasi perpecahan. Ia menekankan bahwa saatnya umat Islam bersatu dan tidak terhasut oleh politik yang memecah belah. Prinsip ini sangat penting untuk menciptakan kekuatan kolektif yang dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada di dunia saat ini.
Pentingnya Kerjasama dalam Teknologi Pertahanan
Kerja sama dalam bidang teknologi pertahanan iran adalah langkah strategis yang harus diambil. Dengan mempelajari dan mengadopsi teknologi pertahanan dari Iran, Indonesia dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi ancaman yang mungkin muncul di masa depan. Kerja sama ini tidak hanya akan memperkuat posisi pertahanan Indonesia, tetapi juga membuka peluang untuk inovasi dan pengembangan teknologi lokal.
- Memperkuat kerja sama di bidang pendidikan.
- Mengembangkan teknologi strategis bersama.
- Meningkatkan kapasitas pertahanan nasional.
- Menjaga persatuan umat Islam di tengah perbedaan.
- Melawan propaganda yang memecah belah.
Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dan Iran dapat menjalin hubungan yang lebih erat dan saling menguntungkan, terutama dalam pengembangan teknologi pertahanan yang mutakhir. Inisiatif ini tidak hanya bermanfaat bagi kedua negara, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi stabilitas regional dan internasional.
