
Libur lebaran menjadi momen istimewa bagi banyak orang, termasuk para pengemudi bus Alhijrah. Salah satu di antaranya adalah Ir Joni Walker, seorang pengemudi yang dikenal dengan nomor polisi bus BA 7014 WBU, yang akrab disapa Johnie Walker. Pada tanggal 21 Maret, ia memanfaatkan waktu cuti dari PT. Alhijrah untuk kembali ke kampung halamannya di Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar. Kunjungan ini bukan hanya sekadar liburan, tetapi juga kesempatan untuk bersilaturrahmi dengan keluarga dan melihat kondisi rumah neneknya yang terdampak bencana.
Kembali ke Kampung Halaman
Joni Walker mengungkapkan kebahagiaannya bisa mendapatkan cuti meski hanya untuk waktu yang singkat. “Alhamdulillah, dapat cuti dari perusahaan, walau tak lama, cukuplah untuk bersilaturrahmi dengan dunsanak di kampung,” ujarnya. Kunjungan ini menjadi semakin berarti karena neneknya adalah salah satu korban banjir yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025. Meski tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan bangunan sangat terasa, dan bekas-bekas peristiwa tersebut masih terlihat jelas.
Pengalaman ini menjadi semakin berkesan bagi Joni, yang merasakan momen libur Idul Fitri sebagai pengemudi bus. Meskipun biasanya waktu tersebut adalah periode sibuk bagi para awak bus, manajemen perusahaan memberikan kesempatan bagi seluruh awak untuk merayakan hari raya bersama keluarga. Hal ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan dan hubungan kekeluargaan yang erat.
Dampak Banjir di Nagari Sumpur
Bencana galodo yang melanda pada akhir November dan awal Desember 2025 menjadi kenangan pahit bagi warga Sumpur dan sekitarnya. Meskipun tidak ada korban jiwa, banyak rumah dan infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut. Joni mengisahkan bagaimana kondisi rumah keluarganya terganggu. “Tak terbayang waktu itu seperti besar galodo yang datang, sekarang bus malah bisa parkir di sini,” katanya, mengingatkan kita akan betapa mengerikannya peristiwa itu.
Perjalanan Menuju Nagari Sumpur
Melakukan perjalanan ke nagari Sumpur ternyata tidaklah mudah. Bus Alhijrah yang dikemudikan Joni harus mendapat pengawalan sepeda motor untuk memastikan perjalanan lancar. Jalan menuju Sumpur yang sering sempit dan berliku memerlukan perhatian ekstra. Namun, rasa cinta dan kerinduan akan kampung halaman menjadi pendorong semangat Joni untuk menempuh perjalanan ini, meskipun menghadapi tantangan.
- Jalan yang berliku dan sempit
- Pengawalan sepeda motor untuk keamanan
- Kampung halaman yang kaya akan buah-buahan
- Rindu akan keluarga dan tradisi
- Kesempatan untuk berbagi cerita
“Besok saat akan keluar seperti itu, lagi, dikawal lagi, agar lancar sampai ke jalan lintas Solok – Padang Panjang,” jelas Joni. Ia sengaja memilih untuk berangkat malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas dari Simpang Payo menuju Sumpur – Malalo. Tindakan ini menunjukkan betapa perhatian dan tanggung jawabnya sebagai pengemudi bus Alhijrah dalam menjaga kelancaran perjalanan.
Perayaan Idul Fitri di Tanah Datar
Pada kesempatan yang sama, unit lain dari Alhijrah juga merayakan Idul Fitri di Tanah Datar. Salah satunya adalah armada yang dikenal dengan julukan Mr. Lucky, yang dipimpin oleh kapten Datuak Abrar. Armada ini memanfaatkan libur dengan cara yang serupa, menikmati momen istimewa di Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh. Parkir di lokasi strategis ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk bersilaturrahmi dan merayakan kebersamaan dengan sesama awak bus.
Perayaan Idul Fitri di Tanah Datar tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya keluarga, tetapi juga memperkuat ikatan antar rekan kerja. Momen ini dimanfaatkan untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan harapan untuk masa depan. Hal ini menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan di antara para awak bus.
Kesimpulan
Kegiatan pengemudi bus Alhijrah seperti Joni Walker dalam memanfaatkan libur lebaran untuk kembali ke kampung halaman mencerminkan betapa pentingnya ikatan keluarga dan komunitas. Meskipun pekerjaan sebagai pengemudi bus sering kali menyita waktu, perusahaan memberikan kesempatan bagi mereka untuk merayakan momen berharga ini. Bencana yang melanda nagari Sumpur menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan dukungan antar sesama. Dengan semangat yang tinggi, para pengemudi bus Alhijrah terus menjalankan tugasnya, menghubungkan masyarakat dengan berbagai tujuan mereka, sambil tetap menjaga kekuatan emosional dan sosial dalam perjalanan mereka.



