KAI dan Pemerintah Garansi Mudik Lebaran 2026 Aman, Nyaman, dan Lancar dalam Apel Angkutan

Jumat, 13 Maret 2026 menjadi hari bersejarah bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) ketika mereka mengadakan Apel Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta. Acara ini merupakan persiapan penting menjelang peningkatan aktifitas masyarakat dalam rangka mudik dan arus balik Lebaran.
Konsolidasi Kesiapan Menghadapi Lebaran 2026
Apel Kereta Api Indonesia ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi kesiapan operasional dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Suntana, hadir sebagai pembina apel. Turut hadir pula pejabat dari Kementerian Perhubungan, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Direksi dan manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) beserta staf operasional yang akan bertugas selama masa Angkutan Lebaran.
Komitmen Negara untuk Perjalanan Aman dan Nyaman
Dalam pidatonya, Suntana menegaskan bahwa Apel Gelar Pasukan ini merupakan momentum penting untuk memastikan semua elemen penyelenggara transportasi siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran 2026. Ini merupakan cerminan komitmen negara dalam menyediakan perjalanan yang aman, nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung, sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi kereta api sebagai salah satu pilihan utama.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Semua fasilitas dan infrastruktur harus dalam kondisi prima melalui pemeriksaan yang teliti, sementara keamanan jalur, stasiun, dan perlintasan sebidang harus mendapat perhatian ekstra. Seluruh petugas juga harus siap memberikan pelayanan yang responsif dan berorientasi pada kemanusiaan agar perjalanan masyarakat selama Angkutan Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ucap Suntana.
Optimalisasi Operasional Angkutan Lebaran 2026 oleh KAI
Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI, mengungkapkan bahwa masa Angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung selama 22 hari, dari 11 Maret hingga 1 April 2026. KAI juga menyelenggarakan Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari, yaitu pada 13-30 Maret 2026, untuk memastikan pengendalian operasional berjalan optimal.
Kapasitas Angkut KAI Group
Kapasitas angkutan KAI Group ditargetkan untuk melayani 61.808.188 pelanggan, meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total frekuensi perjalanan sebanyak 49.866 perjalanan. KAI juga menyiapkan sekitar 4,5 juta tempat duduk untuk layanan kereta api jarak jauh yang secara operasional dapat melayani hingga sekitar 5 juta pelanggan. Penambahan 62 perjalanan kereta api antarkota setiap hari selama masa Angkutan Lebaran turut mendukung kapasitas tersebut.
Kerja Sama KAI dan Pemerintah dalam Angkutan Lebaran 2026
Dalam rangka Angkutan Lebaran 2026, KAI bekerja sama dengan pemerintah dalam berbagai program. Salah satunya adalah stimulus transportasi kereta api berupa diskon tarif hingga 30 persen untuk lebih dari 1,28 juta tempat duduk kelas ekonomi komersial pada periode 14-29 Maret 2026 dengan nilai stimulus pemerintah sebesar Rp116,15 miliar. KAI juga berpartisipasi dalam program Mudik Asyik Bersama BUMN dan program Motor Gratis yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan menyiapkan 56.392 tempat duduk bagi pemudik.
Upaya KAI Memastikan Operasional Lancar
KAI melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk memastikan kelancaran operasional. Pemeriksaan tersebut mencakup kesiapan sarana, kondisi jalur kereta api, sistem keselamatan operasional, serta standar pelayanan minimum di stasiun dan kereta.
KAI juga menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran dan mendistribusikan 3.028 petugas tambahan di berbagai titik pelayanan, pengamanan, kebersihan, serta penjagaan perlintasan sebidang.
Perkuatan Sistem Digital KAI
KAI memperkuat Rail Ticketing System melalui migrasi infrastruktur pada 21 Januari 2026. Sistem ini dirancang untuk menangani lonjakan transaksi selama periode penjualan tiket Lebaran dengan kapasitas antrean hingga 25.000 transaksi per menit sehingga proses pembelian tiket dapat berlangsung lebih stabil.
Inovasi Layanan Perjalanan
KAI menghadirkan inovasi layanan perjalanan melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dilengkapi pengaturan tempat duduk dengan konfigurasi 3-2 untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan tarif yang tetap terjangkau. Untuk relasi terjauh pada periode Angkutan Lebaran yaitu Pasarsenen-Lempuyangan, tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan dijual mulai Rp175.000.
Pengetatan Keselamatan Perjalanan
KAI terus meningkatkan keselamatan perjalanan, terutama di perlintasan sebidang yang jumlahnya lebih dari 3.700 titik di berbagai wilayah operasi. Sepanjang 2025 hingga Februari 2026, KAI bersama para pemangku kepentingan telah melakukan penutupan dan penyempitan 361 perlintasan sebagai upaya mengurangi potensi kecelakaan serta menjaga kelancaran perjalanan kereta api.
Hingga 13 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket Angkutan Lebaran untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI telah mencapai 2.822.637 tiket dan diperkirakan akan terus meningkat menjelang puncak arus mudik.
Kesimpulan
Bobby Rasyidin menegaskan bahwa kesiapan Angkutan Lebaran merupakan hasil kerja bersama seluruh Insan perkeretaapian serta dukungan berbagai pihak.
“Angkutan Lebaran merupakan momentum mobilitas nasional dengan volume perjalanan yang sangat tinggi. Kami mengarahkan semua persiapan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu. Dukungan semua pihak serta kedisiplinan masyarakat, termasuk saat melintas di perlintasan sebidang, menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran,” tutup Bobby.