Pelaku Pungli Wisata Sidebuk-debuk ‘Gol’ Viral di Medsos, Ini Dampaknya

Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan oleh aksi dua pemuda yang terlibat dalam praktik pungutan liar (pungli) di objek wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk, yang terletak di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Tindakan ini mengundang perhatian publik dan berakhir dengan penangkapan kedua pelaku, yang menambah daftar panjang masalah pungli dalam sektor pariwisata.
Penangkapan Pelaku Pungli di Sidebuk-debuk
Pada malam Sabtu, 13 Juni 2026, petugas dari Polsek Berastagi berhasil mengamankan dua pria berinisial SS dan JS setelah melakukan pengintaian terhadap mereka. Penangkapan ini dilakukan menyusul viralnya sebuah video yang menunjukkan praktik pungli yang mereka lakukan di media sosial, yang akhirnya menarik perhatian masyarakat luas.
Proses Penangkapan dan Tindak Lanjut
Menurut keterangan Kapolsek Berastagi, AKP Hendry DB Tobing, dan Kanit Reskrim AKP Mastergun Surbakti, tindakan pungli tersebut terjadi meskipun Pemerintah Kabupaten Karo telah menghentikan kebijakan retribusi masuk ke kawasan pemandian air panas yang terletak di kaki Gunung Sibayak. “Kami melakukan penangkapan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan setelah melakukan penyelidikan serta pengintaian,” ungkap Hendry pada Minggu, 14 Juni 2026.
Viralnya Video Pungli yang Mengundang Kecaman
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah seorang wisatawan merekam momen saat salah satu pelaku mengaku sebagai petugas yang berwenang untuk menarik retribusi pada Selasa, 10 Juni 2026. Dalam rekaman tersebut, tampak terjadi pertikaian antara wisatawan dan pelaku mengenai pungutan yang diminta. Meskipun merasa keberatan, wisatawan tersebut akhirnya memberikan sejumlah uang agar bisa mengakses lokasi wisata tersebut.
- Video tersebut menjadi viral dan memicu berbagai reaksi negatif dari netizen.
- Praktik pungli ini dianggap merugikan citra pariwisata di daerah tersebut.
- Kasus ini mencerminkan masalah yang lebih luas terkait pungli di sektor pariwisata.
- Respons cepat pihak kepolisian menunjukkan komitmen mereka untuk memberantas pungli.
- Dampak dari video ini menyebabkan peningkatan kesadaran publik terhadap pungli.
Dampak dari Penangkapan
Setelah ditangkap, SS dan JS langsung diserahkan kepada Satreskrim Polres Karo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menerapkan tes urine untuk mengecek kemungkinan adanya unsur lain yang berkaitan dengan kasus ini. Tindakan ini diharapkan dapat mengungkap lebih dalam mengenai jaringan pungli yang mungkin ada di kawasan tersebut.
Upaya Penertiban Kawasan Wisata
Penangkapan dua pelaku ini diharapkan menjadi momentum bagi penertiban kawasan wisata Sidebuk-debuk dari praktik pungli yang selama ini meresahkan pengunjung. Keberadaan pungli dapat merusak citra pariwisata Kabupaten Karo dan mengurangi kenyamanan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di sana.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah daerah perlu mengambil langkah tegas untuk memastikan agar praktik pungli tidak terjadi lagi di masa mendatang. Melalui peningkatan pengawasan dan sosialisasi mengenai hak-hak wisatawan, diharapkan kesadaran masyarakat juga meningkat untuk melaporkan setiap tindakan yang mencurigakan.
- Pembentukan tim pengawas di area wisata.
- Sosialisasi kepada pengunjung mengenai kebijakan dan tidak adanya retribusi.
- Kerjasama dengan pihak kepolisian untuk penanganan cepat.
- Mendorong pelaku usaha untuk melaporkan pungli.
- Memberikan edukasi kepada masyarakat lokal mengenai dampak negatif pungli.
Kesiapan Pihak Berwenang
Pihak kepolisian menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini. Dengan adanya penangkapan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku pungli lainnya. Selain itu, ini juga menjadi sinyal bagi wisatawan bahwa pihak berwenang siap melindungi hak-hak mereka.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pungli
Praktik pungli yang terjadi di sektor pariwisata kerap kali menjadi isu yang meresahkan. Masyarakat dan wisatawan perlu berperan aktif dalam memberantas praktik tersebut. Dengan melaporkan setiap tindakan yang mencurigakan, mereka dapat membantu menciptakan lingkungan wisata yang lebih aman dan nyaman.
- Kesadaran akan hak-hak sebagai konsumen.
- Partisipasi dalam melaporkan tindakan pungli.
- Menjaga komunikasi yang baik antara wisatawan dan pengelola.
- Mendukung inisiatif pemerintah dalam penertiban.
- Berbagi informasi mengenai pengalaman positif dan negatif di media sosial.
Dengan demikian, potret pariwisata di Sidebuk-debuk dan kawasan lainnya dapat diperbaiki. Kerjasama antara pemerintah, pihak berwenang, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci untuk mengatasi masalah pungli yang telah lama mengganggu dunia pariwisata. Melalui upaya bersama, diharapkan kawasan wisata ini dapat kembali menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua orang.




